STIE Ganesha Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Program Qoliqium  di Luar Negeri

139 Views

Ciputat, Diberitakan. com –  Kerjasama Yayasan Graha Ganesha (YGG)  dan Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) bersama KCD (Kantor Cabang Daerah) Pendidikan dan Kebudayaan  Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, melalui STIE Ganesha dengan Guru BK (Bimbingan dan Konseling) tingkat SMA dan SMK Se- Kota Tangerang Selatan melakukan pemberian Beasiswa kepada siswa-siswi tamatan SLTA/SMK  tahun 2020 yang tidak mampu, yakni Yatim. Piatu Duafa dan Hafiz (penghapal Alquran), pada Sabtu 22 Februari 2020, di Kampus STIE Ganesha, Jl. Legoso Raya No.31, Pisangan Ciputat, Kota Tangerang Selatan..

Sekaligus pada hari itu juga diselenggarakan Seminar Pendidikan Guru Bimbingan dan Konseling bertema “Meningkatkan Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam  Pemberian Layanan di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0”. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap Dunia Pendidikan dan Masyarakat Kurang Mampu, Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)  dan Yayasan Graha Ganesha (YGG).

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha Dr. Achmad Mulyana, S.E, MM dalam kesempatan itu mengungkapkan soal Program, Visi dan Misi STIE Ganesha menuju ‘Go Internasional’.

Penandatangaan kerjasama (MoU) antara 2 Yayasan dengan KCD Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, Provinsi Banten beasiswa 250 masyarakat tak mampu

Dikatakannya kerjasama ini khususnya dari STIE Ganeshas punya tujuan ingin memperkenalkan STIE Ganesh di kalangan masyarakat Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Mengajak masyarakat untuk bersama-sama  bergabung dengan STIE Ganesha serta Megister Manajemen.

“STIE Ganesah berdiri sejak 1993 memiliki 3 program studi, yaitu Akutansi S1,  Manajemen S1 dan serta Magister Manajmen S2. Semua  program studi yang ada di Ganesha semuanya sudah terakreditasi dengan peringkat baik dan baik sekali,” ungkap Mulyana.

Dan saat ini kami sedang mempersiapkan  reakreditasi program akutansi. Program studi STIE Ganesha punya visi, yaitu mengarah kepada  ‘Go Internasional’.

“Disini mimpi kami berupaya mewujudkan  dengan cara kami. Pertama melakukan  kegiatan  Seminar Qoliqium dimana Qoliqium adalah mengajak  kepada para mahasiswa  yang telah melakukan atau telah menyelesaikan  risetnya sampai dengan  seminar hasil, lalu kami ujikan. Dan setalah diujikan mereka akan kami bawa  atau kami  perkenalkan kepada kampus-kampus lain yang ada di luar negari. Untuk yang pertama kami sudah  membawa mereka presentasi karya ilmiahnya, yaitu  di 2 kampus yang ada I Malaysia  adalah universitas Kebangsaan. Dan yang kedua adalah kampus  Manajemen dan Saint University  di Selangor, Malaysia,” paparnya.

Lebih lanjut Ketua  STIE Ganesha menyampaikan meraka disana diuji juga oleh kampus disana, Alhamdulilah mereka memperoleh nilai ujian yang cukup memuaskan.

“Kami  melanjutkan  Qoliqium masih di Malaysia, tapi kampus berbeda. Pertama universitas Malaya Malaysia dan Universitas Utara Malaysia yang lokasinya berbatasan dengan Thailand. Setelah diuji  mereka dapat  nilai pujian juga,” sebutnya.

Untuk selanjutnya tradisi Qoliqium ini akan dibawa terus untuk dijadikan tradisi untuk setiap 5 tahunnya. “Membawa mahasiwa kita ke negara luar. Tujuannya   untuk mensejajarkan kualitas STIE Ganesha dengan kampus lain yang ada di dalam negeri dan luar negeri. Dan dua hari lalu kita telah mengikuti internasional konfrensi yang dilaksanakan Patung Tani Unversitas Bangkok. Alhamdulillah tanpa revisi. Untuk selanjutnya bulan April akan berangkat mahasiswa yang telah menyelesaikan  tesisnya ke seminar hasil, kmi akan membawa ke universitas yang ada di Bangkjok,” urainya.

Hal lainnya Mulyana menyampaikan bahwa STIE Ganesah punya keinginan merubah bentuk dari STIE menjadi Institut, yang nanti ada penambahan program studi yang dibutuhkan masyarakat, yaitu menjadi Iptek Ganesha (Istitut Pendikan Teknik dan Ekonomi Ganesha). “Mohon do restunya, semoga keinginan  kami terwujud untuk memenuhi keinginan masyarakat,” pinta Mulyana.

“Dan STIE Ganesha mempunyai  gedung sendiri, sehingga  kami melaksanakan proses belajar mengajar  dengan tuntas. Sehingga masiswa mendapat kemudahan dan kepastian,  tentunya mereka bisa belajar dengan stabil,” ujar Ketua STIE Ganesha, Achmad Mulyana.

Sementara itu Seminar Pendidikan Guru Bimbingan dan Konseling oleh Narasumber Pengawas Bimbingan dan Konseling Kota Tangerang Selatan Christini Pudji Bintari, M.Pd, Kons dan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ketua ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) Jakarta  Dr. Aip Badrujaman, M.Pd.

Dan sebagai Keynote speaker  Kepala Cabang Dinas (KCD)  Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan Heriyanto, S.Pd., M.Si dan Pengawas SMK Kota Tangerang Selatan Supriyadi, M.Pd.

Narasumber Christini Pudji Bintari, M.Pd, Kons, juga Pengawas Bimbingan dan Konseling Kota Tangerang Selatan mengatakan STIE Ganesha sudah memfasilitasi guru BK (Bimbingan dan Konseling) untuk berkumpul dan bertemu dalam  kegiatan akademik, dimana membicarakan  tentang peran dan tugas guru BK dalam melatih peserta didik dalam menghadapi era  4.0 dan 5.0.

“Saya berharap  dari hasil seminar ini guru-guru BK bisa terbuka untuk melihat, apakah  dan  bagaimanakah layanan yang harus dilakukan. Kemudain menilai apakah layanan dalam hal-hal yang mereka kerjakan sudah efektif apa belum. Sehingga pada akhir  pelayanan  dan pelaporan guru BK bisa  mendiskusikan tugas perkembangan apa yang sudah sicapai peserta didik,” ungkap Christini.

Menurutnya ini akan sangat membantu peserta didik dalam memahami dirinya dan tuhannya. Sehingga siswa dapat  melakukan adaptasi  atau menyesuaikan dirinya dengan senang dan dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik.

“Pesan saya guru BK harus belajar untuk memaksimal kompentensinya dalam melakukan  konseling dengan menggunakan metode-metode  konseling yang sudah berstandarisasi. Kenapa ?  Karena dengan tidak melakukan metode itu atau melakukan sebuah metode yang tidak disarankan, akan merugikan peserta didik,”  paparnya.

Christini mencontoh jika bapak ibu ingin merubah prilaku, maka  bapak ibu harus melakukan dengan metode konseling behavor dan sebagainya.

“Langkah -langkah tersebut sudah ibu bapak pelajari. Dan itu harus dipertajam dengan sebuah latihan konseling,’ tandas Pengawas Bimbingan dan Konseling Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan narasumber  Dr. Aip Badrujaman, M.Pd, yang juga Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ketua ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) Jakarta menyebutkan kita belajar layanan dan bimbingan konseling di dalam era revolusi 4.0.

“Layanan BK tentu tidak boleh statis, karena ada banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah perubahan zaman. Di era sekarang ini kita tahu ada computer ada  berbagai teknologi komunikasi dan informasi yang  cukup mempengaruhi pola-pola perkambang siswa , yang kemudian harus di akomodasi melalui  perkembangan layanan BK  yang memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

‘Lewat kegiatan ini mudah-mudahan guru BK memiliki wawasan untuk kemudian  mengembangkan layanan-layanan  memanfaatkan teknologi tersebut,” tambah Aip.

Ia menekankan acara ini sangat penting berkelanjutan, karena  jika dilihat konteks kerja guru BK itu banyak sekali. Terutama berkaitan dengan mengolah data. “Itu pekerjaan yang berat. Oleh karena itu menggunakan teknologi adalah  solusi untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut,” katanya.

Ditanyakan apakah masyarakat sudah siap menerima era teknologi 4.0 dan 5.0. Diutarakannya kalau kita bicara kontek Indonesia luas sekali. Akan bervariasi teknologi yang bisa dimanfaatkan.   “Saya kira  untuk Jakabodetabek sudah siap menggunakan perangkat perangkat ini,” pungkas Aip.

Ketua ABKIN ini kedepan berharap guru-guru BK tidak lagi disibukkan dengan  hal-hal yang bersifat administratif. “Karena itu  bisa dengan teknologi, sehingga  bisa lebih fokus untuk memberikan layanan-layanan  bimbingan dan konseling bagi noptimalisasi perkembangn siswa,” ungkap Aip.

Salah seorang peserta seminar, Edah Laela dari SMK Muhammadiyah Parakan mengaku dari seminar ini banyak sekali didapat. Mulai apa itu bagaimana menjad guru BK yang baik. Dan bisa menjadi motivator bagi siswa-siswinya.

“Semoga guru BK Indonesia semakin dan semakin baik mempunyai kemampuan sesuai dengan profesinya,” harapnya.Igo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social profiles

Sponsor