Kebijakan PPDB DKI Jakarta 2020 Memecah Hegemoni ‘Sekolah Favorit’

Ilustrasi

10 Views

Dikarenakan menurutnya kebijakan ini mampu memecah hegemoni ‘sekolah favorit’, terutama di sekolah negeri. Dengan latar belakang yang beragam di ruang kelas, sekolah dan guru yang benar-benar bagus dalam memberikan pelayanan kegiatan belajar-mengajar pun jadi bisa terlihat.

“Keberagaman di ruang kelas tak akan terlihat apabila kriteria masuk sekolah masih berbasis nilai. Selain itu, perlu dipahami bahwa sekolah negeri merupakan entitas pelayanan negara untuk publik yang seharusnya memang membuka ruang seluas-luasnya untuk berbagai kalangan,” sebutnya.

Indra menganalogikan sebuah kantor kelurahan. Tak ada kantor kelurahan favorit, semua warga perlu mendapatkan pelayanan yang sama di setiap wilayah. Harapannya, sekolah negeri baik SD, SMP, SMA/SMK pun bisa seperti itu.

“Stigma sekolah favorit, apalagi di sekolah negeri, itu tidak boleh ada lagi. Harus lebur. Kalau bisa, satu Indonesia harus sama. Jangan lagi ada sekolah di mana siswanya homogen, dari awal sudah pada pintar-pintar, umurnya sama, nggak kelihatan nanti proses belajar di sekolah itu bener bagus atau tidak. Jadi keberagaman di ruang kelas ini bagus untuk pemerataan pendidikan,” jelasnya.

Meski begitu, ia juga mengkritisidan menggaris bawahi, ada satu kesalahan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang Indra catat, yakni kurangnya sosialisasi bahkan cenderung seperti kebijakan dadakan. Upaya menanamkan pemahaman untuk masyarakat seharusnya menjadi fokus sejak jauh hari.

“Jadi ini satu hal yang sebenarnya positif, tapi masyarakat belum siap dengan perubahan, makanya diprotes. Padahal ini efeknya besar untuk bangsa, bukan untuk kepentingan golongan, politis. Apalagi ini tidak populerkan, banyak diprotes. Makanya saya apresiasi betul ada penerapan kebijakan yang berani memperjuangkan pemerataan pendidikan seperti ini,” pungkasnya.

Holly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas