Ketua CAC: Kabid Hubdat Dishub Maros Tidak Sanggup Mendengar Keluhan Masyarakat Sebaiknya Mundur Saja

590 Views

Diberitakan.com | Maros — Maraknya aktivitas pengangkut tanah di Kabupaten Maros kini menjadi keluhan masyarakat Tanralili, Pakere dan Pappandangan. Ketiganya adalah jalur dum truck pengangkut timbunan megah proyek rel kereta api di Kabupaten Maros.

Selain dari dugaan dum truck yang ugal-ugalan, debu yang ditimbulkan juga diprotes oleh warga, persoalan tersebut kini menuai protes dari berbagai pihak salah satunya Celebes Advocatian Center (CAC).

Ketua Wilayah Celebes Advocation Center, Noer Fajriansyah mengatakan, bahwa ini sudah sangat meresahkan warga dan ia juga menganggap tidak adanya keseriusan dinas perhubungan dalam menangani hal ini.

“Pengangkut timbunan tanah milik megah proyek rel kereta api ini sangat meresahkan warga, kami menduga dinas perhubungan tidak serius dalam menangani hal ini, buktinya sampai hari ini pihak penambang tidak pernah menyiram jalanan yang dilalui oleh pengangkut timbunannya,” ungkap Fajrin.

Selain itu Fajrin juga menyatakan bahwa penambang harus bertanggung jawab atas apa yang menjadi keresahan masyarakat selama aktivitas pengangkutan timbunan megah proyek rel kereta api ini.

“Penambang yang melakukan aktivitas penimbungan di megah proyek rel kereta api harus bertanggung jawab, minimal menyiram dua kali sehari sepanjang jalan yang ia lalui dan supir dum truck itu harus tau aturan tidak boleh ugal-ugalan dalam berkendara sebab dapat membahayakan pengendara lain dan yang kami ketahui sudah ada dua korban jiwa yang disebabkan oleh aktivitas pengangkutan timbunan tersebut,” tandas Fajrin.

Ia melanjutkan bahwa beberapa warga sudah melakukan koordinasi dan bersepakat dalam waktu dekat ini jika tidak ada tindakan serius warga akan menutup jalan untuk dum truck pemuat timbunan.

“Memang beberapa warga sudah berkoordinasi dengan kami dan warga meminta untuk menutup saja jalan untuk dum truck pemuat timbunan jika tidak ada tindakan serius dari pihak dinas perhubungan maros,” tambah Fajrin.

Fajrin juga menyebutkan bahwa jika Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Maros tidak sanggup mendengar keluhan masyarakat sebaiknya mundur saja.

“Menurut kami kepala bidang perhubungan darat dinas perhubungan maros harus lebih responsif melihat keluhan masyarakat jika tidak bisa melihat dan mendengar keluhan masyarakat lebih baik kabid perhubungan darat mundur saja dari jabatannya,” tegas Fajrin.

Saat dikonfirmasi via whatsapp Kepala Bidang Perhubungan Darat Muh. Nur Rahman S,Sos mengatakan bahwa pada dasarnya kita semua merasakan apa keluhan masyarakat.

” Namun pada hari selasa tanggal 8 juni 2021 sudah saya kumpulkan beberapa truk di dalam terminal dan memberikan arahan kepada sopir supaya tidak ngebut atau buru rek, karena kecepatan kendaraan itu menimbulkan debu yang beterbangan dan bisa mengakibatkan kecelakaan, akan tetapi belum kami lakukan tindakan selanjutnya,” terang Kabid Perhubungan Darat.

“DISHUB mengundang SAPMA pada hari rabu, 16 juni 2021 untuk membahas bersama, langkah dan tindakan apa yg harus kita lakukan dan salah satunya adalah Jalanan perlu disiram, dan ini tertera pada Perbub tentang Hasil Angkutan Tambang,” ujarnya.

Diketahui pada tanggal 14 juni 2021 SAPMA PP telah melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor bupati maros dan di depan DPRD Kabupaten Maros.

Anchank

26 thoughts on “Ketua CAC: Kabid Hubdat Dishub Maros Tidak Sanggup Mendengar Keluhan Masyarakat Sebaiknya Mundur Saja

  1. We all sat in the room, giggling nervously as Mr. Anderson drank another monster. You know, being 14-15 year olds, its fun to be sitting in the teacher bathrooms after school with a teacher. Well not alone, we had a huge drama production coming up so we needed a few all nighters to get us through you know? Anyways for get me, I am just so happy and excited!
    Kenny, your turn! Cammy giggled. She is my best friend, she is mixed and has really rad hair! It like curly and fluffy and just, rad! And she had such pretty curves with a large ass, and very nice tits, not my cup of tea if you catch my drift.
    https://telegra.ph/After-school-drama-party-06-13

  2. A common day in Wisconsin, snow lightly covered the ground and the roads were slick with ice. In front of a average looking house on a normal looking street lived a 19 year old boy who lived a generally normal life except for the fact he dabbled in the occult. Its not that he didnt believe in god, he just believed that there were demons. Demons that could be controlled with the right spell and incantation.
    Dalton, for that was the kids name, thought he had finally found the right book, the cover was bound in what appeared leather (not sure if it was animal or human). The entire book was filled with faded letterings, what appeared to be Latin. A few of the incantations were too faded to physically reproduce but some of the spells were perfectly legible.
    https://telegra.ph/Inccubus-06-13

  3. okay lets begin with the details. I am 16 years old about 6 foot tall and a average weight about 75kg oh and my name is frank (i know it is a off name theses days)
    It was the end of summer holidays andi was coming back from thedonna kebab shop when i saw the girl that was in my geography class and i secretly liked her.
    Her name is brenda she is about 5 foot 7 inches and she was on the slim side but not too much her tits are not the biggest in the school but still well looked good on her.
    https://telegra.ph/candyshop-06-13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social profiles

Sponsor