Kepala Bappeda Maros Terkonfirmasi Positif Covid-19, ASN Lingkup Bappeda WFH

0 0
89 Views
Read Time:1 Minute, 32 Second

Diberitakan.com | Maros – Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Maros untuk sementara melakukan Work From Home (WFH), atau bekerja dari rumah.

Langkah itu diambil sementara, menyusul adanya pegawai yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Maros HAS Chaidir Syam, selasa kemarin mengatakan bahwa Kepala Bappeda Muhammad Alwi, senin kemarin terkonfirmasi covid-19. Karenanya, beberapa ASN di lingkup Bappeda harus WFH.

Ketentuan pelaksanaan WFH di Bappeda diterapkan dengan kalkulasi 25%-75%. “25 persen ASN-nya masuk kantor dan 75 persen WFH. Dan khusus yang menjalani isolasi mandiri tetap harus bekerja dari rumah,” ujarnya kepada Wartawan.

Tak hanya itu saja kata mantan Ketua DPRD Maros, seluruh ASN yang ada di Bappeda harus menjalani tes Swab dan PCR. Mengingat beberapa diantara mereka memiliki kontak erat dengan kepala Bappeda yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Di Maros ini sudah ada beberapa SKPD yang ASNnya terkonformasi covid. Khusus untuk pegawai bagian administrasi dan yang sifatnya pelayanan, mereka tetap bekerja. Namun diberlakukan pengaturan waktu secara bergilir melakukan WFH dan bekerja di kantor (WFO),” katanya.

Dia menyebut, sebelumnya, Kepala Bappeda M Alwi sempat mengikuti job fit yang dilaksanakan Pemda Maros. Sehingga untuk menghindari penyebaran covid-19, maka seluruh kepala SKPD yang ikut job fit menjalani swab.

“Pekan lalu memang pak Kepala Bappeda mengikuti Job fit, makanya Kepala SKPD yng ikut job fit, diharuskan menjalani swab,” jelasnya.

Chaidir Syam mengingatkan, pentingnya mematuhi protokol kesehatan, guna pencegahan dan penularan COVID-19 yang semakin meluas di kabupaten Maros.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus menambahkan, pihaknya telah melakukan swab antigen dan PCR untuk seluruh pegawai Bappeda. Khusus untuk mereka yang melakukan kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi Positif Covid-19, maka dilakukan PCR.

“Ada beberapa ASN kita lakukan tes PCR,  karena mereka memang melakukan kontak erat dengan ASN yang terkonfirmasi covid. Sementara yang lainnya hanya dilakukan swab antigen saja,” pungkasnya.

Penulis:  Anchank

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Wujudkan Hubungan Harmonis Dengan Kampus , Kapolda Sulsel Teken MoU Dengan UNM
Next post Lampu Jalan Tak Berfungsi, Kecamatan Mandai Masuk Dalam Sasaran Tindakan Kriminal

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social profiles

Sponsor